Senin, 25 April 2016

Belajar dan Berbagi bersama GEG East Jakarta

Jakarta, 25 April 2016. MTS As Syafiiyah 04 Jakarta Timur, mengadakan kegiatan Pelatihan ICT bekerjasama dengan Google Educators Group (GEG) East Jakarta.
Kepala MTS As Syafiiyah 04 Jakarta bapak Drs. Rasyid, M.Pd.I berbicara dalam sambutannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Madrasah dan menambah kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTS As Syafiiyah 04 Jakarta untuk menunjang keberhasilan penerapan Kurikulum 2013. Pembelajaran kurikulum 2013 berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam artian guru diharapkan dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini diikuti oleh 17 Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTS As Syafiiyah 04 Jakarta, yang dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan 16.30 WIB. Narasumber kegiatan dari komunitas GEG East Jakarta, yaitu bapak Catur Yoga Meiningdias ( TIK MAN 9 Jakarta) dengan materi Google Classroom, bapak OkDafid (SKI MTSN 18 Jakarta) dengan materi pemanfaatan email berbasis GAfE dan bapak Ammar Suhada Djamain (TIK MTSN 22 Jakarta) dengan materi Google Form. Kegiatan sukses dilaksanakan dikarenakan MTS As Syafiiyah 04 Jakarta telah menyiapkan semua fasilitas dari 2 bulan yang lalu, fasilitas internet yang luar biasa 10 Mbps, Layar Proyektor dengan layar sentuh dan ruangan yang nyaman untuk belajar.
Sesuai dengan Motto Google Educators Group (GEG): Belajar. Berbagi. Menginspirasi. Memberdayakan. Guru-guru Madrasah DKI Jakarta saling belajar, berbagi, menginspirasi dan memberdayakan. Madrasah Lebih Baik. (CYM).
Sumber : http://www.caturyogam.info/2016/04/mts-as-syafiiyah-4-jakarta-tingkatkan.html

Kamis, 03 Maret 2016

BERITA GEMBIRA... Kulit Kabel Kini Ada Ekstraknya by Kurawa

Makin banyak haters yang sotoy membahas kulit kabel kemaren, pakai bilang gak mungkin lah, gue tau siapa pelakunya dll.
Ampun deh, santai aja. Pasti ketangkap kok pelakunya, lagi diselidiki polisi. Pilihannya cuma 2 kalau gak sabotase yah kelalaian. Motifnya sama duit, ada juga yang sok klarifikasi turun kelapangan cuma modal tanya ke polisi yang bertugas di pos polisi kecil, bilangnya aman kok. Die kagak tau kalau pencurian sepeda motor itu sejak dulu banyak terjadi di kantor mapolda Metro Jaya, coba tanyain polisi, aman kok.
Yang pasti pelakunya ini paham banget soal Jakarta, kalau ada kontraktor yang "bermain" api pasti ada yang guidance spot-spot yang non CCTV. Logikanya sederhana aja kalau bukan sabotase, kulit kabel ini kan bukan limbah B3 seharusnya bisa dibuang dimana aja di berbagai TPA sampah.
User kabel ini kan cuma 2 perusahaan besar kalau gak Telkom yah PLN (walau Telkom sudah berpindah ke kabel optik sih) tapi bisa aja. Kalau polisi pasti sudah tau mencari siapa orang yang jago ngupas kabel ini. Kelompok etnis diseberang pulau Jawa yang pasti tau soal ini.
Dulu juga sering begitu kalau ada tembaga, dinamo, sparepart yang hilang di kantor, yah ujungnya kita harus ada chanel ke sekitaran Cacing. Pasti balik kok, walau kita harus tebus lagi sih, kalau gak sayang yang diambil tembaganya aja, cepat banget ngupas tembaganya.
Agak sulit mempercayai kalaupun ada proyek infrastruktur di TKP, mereka mengupas kulit kabelnya di tempat. Butuh keahlian "temen-teman" kita itu. Yang paling realistis itu double job, habis ngupas kabelnya dapat tembaganya kemudian kulitnya dibayarin lagi, tapi harus di buang ke TKP.
Bagaimana proses delivery kabelnya? nah ini baru lewat "jasa" kontraktor infrastrukturnya. Disembunyikan dalam dump truck proyeknya. Kok gak ketahuan di CCTV? Emang lo pikir semua CCTV bisa jangkau semua, ada yang "infokan" blind spot lah, siapa? Yah oknum keleusss.
Kalau sabotase ketahuan diawal yah namanya bukan Sabotase dong tapi SapoTahu. Perencanaannya cukup matang untuk kulit kabel ini. Segitu dulu review nya, yang pasti polisi serius kok ungkap kasus ini, karena kalau sengaja termasuk subversif loh, berhubungan dengan Istana.
Usul kalau mau sabotase berikutnya jangan pake kulit kabel yah, sekali-kali pakai kulititit, kumpulin aja dari tukang sunat se-Indonesia.

Senin, 29 Februari 2016

Hitung-Hitungan Politik dari Penolakan Ridwan Kamil menjadi DKI-1 oleh Kurawa

Ridwan Kamil terinspirasi oleh Kobe Bryant dari SMU langsung ke NBA, saatnya dari Walikota langsung ke Presiden 2019 .. #Emil4RI-1
Gue salut sama hitungan politik kang Ridwan Kamil yang memutuskan tidak akan maju ke DKI, bukan karena soal cinta ke warga Bandung. Pertama, kang Emil pasti berpikir panjang kalau sampai dia kalah di DKI, maka dia akan menjadi pengangguran selama hampir 2 tahun, mengapa?
Dalam aturan terbaru kepala daerah yang akan maju ke pilkada daerah lain harus "BERHENTI" dari jabatannya, enggak bisa lagi cuti kaya dulu. Masa tugas kang Emil di Bandung kan sampai 2018, jadi kalau dia berhenti dan kalah di DKI maka dia akan balik kerja jadi Buzzer medsos. Dalam hitungan politik kang Emil target paling realistis adalah pilkada Jawa Barat tahun 2018 menggantikan Aher yang sangat "berprestasi".
Kalau pilkada Jabar 2018 dia dalam posisi nganggur, tentu agak repot untuk bisa "kampanye" secara gratis lagi. Elektabilitas dia sekarang sudah 30%. Probabilitas kemenangan Jawa Barat saat ini cukup tinggi, dia melihat potensi terbesar lawan terberatnya tinggal bupati Purwakarta. Kalau kang Emil kalah di DKI maka, kang Dedi Mulyadi bakal injak gas dalam untuk menyusul elektabilitas Emil dalam 2 tahun kedepan.
Kalau kata timses kang Emil : Udehhhh yang pasti-pasti aja deh kang, Jabar 1 agak lebih mudah dibanding DKI. Ingat Jabar itu dapil terbesar. Perhitungan yang kedua mengapa kang Emil enggak jadi maju ke DKI soal dukungan parpol, beliau hanya mau maju kalau PDIP dukung dia. Kalau cuma didukung Gerindra dan PKS sih kang Emil sudah ditangan. Menurut dia, 2 partai ini enggak akan cukup berbuat banyak untuk kemenangannya. Sampai di injury time permintaan dukungan dan restu dari mamak banteng enggak turun-turun untuk kang Emil, makanya dia enggak mau ambil resiko kalah.
Kang Emil sudah mengitung kalau cuma PKS paling yang disodorin jadi cawagubnya kalo gak Nurwahid yah Triwisaksana, paling cuma nambah 3%. Kalau wakilnya Gerindra yang disodorin Sandiaga Uno atau si Taufik doang, ini lebih miris bukannya nambah malas minus 10%. Kalau dari PDIP kan minimal walau cuma Djarot tapi akan didukung secara terpaksa oleh Jokowi selaku kader banteng, hehehehe.
Yah tapi begitu deh, PDIP enggak mau, sampai sekarang masih bujuk Ahok untuk maju lewat parpolnya, kang Emil sedih deh. Jadi kalau masih ada yang percaya karena warga Bandung sih biarin aja deh, yang tulus itu contohnya bu Risma, dia enggak pakai injury time. Hanya orang-orang yang "berhitung" yang menentukan sesuatu di injury time, kelebihan dan kekurangan dipikirkan sedemikian rupa #kode neh.
Jadi kalian pendukung kang Emil jangan marah-marah ke gue dong, gue sudah bilang kalau gue salut sama hitungannya Ridwan Kamil, artinya kita sama. Untung gue enggak pakai emoticon cowok sama lekong berpegangan tangan bisa berpotensi dibilang propaganda LGBT pula. Tapi kang Ridwan Kamil jangan cepat puas dulu yah, simpati publik kali ini hanya sementara, bukti nyata perubahan Bandung itu yang ditunggu.
Cuma ingatkan saja, kalau pesaing kang Emil seperti kang Dedi Mulyadi di Purwakarta sudah banyak kasih bukti kalau daerahnya mulai keren loh, beware.
Kurangi mainin gadget nya yah kang Emil, masa tiap hari 4 akun medsos nya dilalap habis (Twit, FB, Path dan IG)..
Ayo kita buat Bandung bagus.

Kamis, 18 Februari 2016

Rio Haryanto masuk F1. Why not? By Kurawa

Rio Haryanto (RH) ..... Go for F1, no for F4 (Meteor Garden)
Yang Setuju Rio Haryanto didukung pemerintah adalah kelompok suporter Baik, yang Tidak Tidak Setuju didukung pemerintah adalah Pelecut utk berprestasi. Ini opini personal gue aja yah melihat Rio Haryanto, kali aja yg setuju makin dukung dan yang gak setuju dapat persepektif lain, semoga.
Ada beberapa orang yg belum paham soal Rio Haryanto ini, tuduhannya gila buat apa negara mau membiayai 1 orang ini 100 miliar hanya utk ngebut2?. Mending buat jembatan, sekolah atau kasihkan orang miskin dengan uang segitu, kita simpan dulu yg keluhkan begini...
Apa benar Rio Haryanto itu diperlakukan seperti anak emas yang ujug2 mau dikasih bantuan pemerintah hanya utk ngebut2 di F1? Kita lihat nanti Rio Haryanto itu mendedikasikan hidupnya buat balapan sejak usia 6 tahun sekarang 23 tahun total 17 tahun dia berusaha fokus di olahraga ini. Waktu 17 tahun bergelut dibalapan gak sedikit uang pribadi yg dihabiskan, kalo utk naik haji mungkin sdh 1000 x pulang pergi pake ONH plus. Itu baru uang, pengorbanan waktu nya lebih sadis, orang tua harus mendampingi si anak, sekolah lewat kelas jarak jauh, dedikasi tinggi. Gue punya temen sebagai orang tua yg mau anaknya jadi pembalap profesional kalo dengar ceritanya pengorbanannya gila, Rio Haryanto sdh lewati ini. Jadi dgn uang pribadi ratusan miliar yg sdh terkuras termasuk waktu hidupnya pencapaian Rio Haryanto yg bisa ke F1 ini spektakuler utk ukuran org RI.
Jangan berpikir masuk F1 itu cuma modal duit aja, sdh banyak orang indonesia yg gagal utk sampe posisi ini bahkan ada yg pake duit negara. Ujung2nya sudah pake uang negara, masuk kompetisi 1 level dibawah F1 mobilnya sdh nabrak eh ujungnya malah doyan party tidurin artis. Coba lo googling prestasi2 Rio Haryanto di ajang balapan sebelum F1, dia as a profesional punya prestasi yang bagus dan layak utk maju ke F1.
Sampai sini kita sdh ada kesimpulan bahwa Rio Haryanto itu sdh berkorban harta, waktu dan hidupnya buat profesi ini hingga mencapai ujung pencapaian. Dengan prestasi seperti ini yg cukup spektakuler utk ukuran orang Indonesia (jgn bandingin lagi dengan pembalap eropa, USA dulu yah). Lalu Rio Haryanto sekarang minta "bantuan" ke negara berbekal dengan riwayat hidup yang sdh dijalani skr? Yah sangat wajar, dia bukan Mokondo. Banyak negara2 di asia yg punya sirkuit F1 justru gak punya pembalap spt Rio Haryanto, ntar kalo Rio Haryanto pindah ke Singapura, lo pada marah2 lg deh.
Alex Yoong pembalap F1 asal Malaysia saat pertama kali membalap tahun 2001 juga sama mendapat bantuan dari pemerintahnya US$ 10 juta. Padahal pemerintah Malaysia saat itu juga gak yakin dengan Alex Yoong ini, tapi demi nama negara uang 10 juta saat itu digelontorkan, hasilnya apa dengan support pemerintah ke Alex Yoong? Dari tahun 2001 sampe skr nama negara ini tercantum trus sbg orang asia tenggara pertama. Ntar lo maki2 gue lagi : cuma nama aja mahal banget, mending lo iklanin aja di mobil pembalap lain? inilah bedanya komersil dgn sejarah. US$ 10 juta yg dikeluarkan pemerintah Malaysia 15 tahun lalu sampai skr masih berguna, kita masih ngomongin orang ini trus, ini Nilainya.
Bahkan kalo mau ekstrem melihat contoh keberhasilan negara ber"investasi" thd sosial budaya kita bisa contoh Korsel terutama dalam K-Pop. Dari tahun 2004 pemerintah Korsel sudah menginvestasikan dana US$ 1 miliar utk biayain artis2 K-Pop kaya SUJU, BigBang dll. Memang gak apple to apple sih dgn K-Pop, tapi yg diambil adalah keseriusan pemerintah buat bantu anak bangsanya mendunia itu penting. Kalo Jokowi bantu Rio Haryanto utk balapan tertinggi kalian marah, apalagi jokowi bantu cherrybelle US$ 10 juta utk Go international?
Pemerintah Korsel juga tau 2004 mereka support K-Wave mereka gak nagih di tahun 2005 nya minta hasilnya, sama spt Rio Haryanto aja. Kelompok anti Rio Haryanto minta bantuan ini mengibaratkan Rio Haryanto itu seperti barang dagangan, gue beli 10 juta maka gue minta balik tahun depan 12 juta. Bullyan standar, emang Rio Haryanto bakal naik podium, pake tim abal2 aja? kelompok ini pasti suka makan indomie rasa Chitato, maunya instant trus. Rio Haryanto "berproses" 17 tahun dengan semua uang pribadinya ratusan miliar utk berupaya mengumandangkan lagu Indonesia Raya, masa kita setahun aja.
Rio Haryanto ini aset bangsa yang sedang berjuang di pentas dunia yang kebetulan memang berbiaya tinggi jadi kasihlah bantuan dan kesempatan yang baik. Nanti dibandingin lagi sama Joey Alexander cuma modal jari aja bisa masuk grammy, Chris John, Yayuk Basuki, Susi Susanti dll, semua pst beda. Kalo Rio Haryanto dari kecilnya suka tenis, gue juga yakin skr dengan uang dan dedikasinya ada potensi melebihi prestasi Yayuk Basuki, semua takdir. Jadi berprestasilah di bidang dan takdir masing2, soal perbandingan biaya gak bisa di samakan, yang hrs dinilai adalah prosesnya.
Jika kalian masih bandingkan lagi, maka juaranya yang berhak dapat bantuan pemerintah cuma Inul, modal goyang ngebor aja masuk majalah TIME. Apa kalian lebih suka pemerintah/BUMN kita bayar perusahaan asing utk iklan Endonesah? Garuda Indonesia beli baju latihan liverpul berapa? Kalian protes dana utk Rio Hariyanto utk bertarung di ajang dunia, sementara kita sdh puluhan tahun biayai sepakbola hanya utk melahirkan nurdin halid. Semoga jelas yah, skr gue jawab soal bantuan Kpd Rio Haryanto dibandingin sama buat jembatan, sekolah, orang miskin bla bla bla. Orang yang bandingi bantuan Rio Hariyanto dengan buat jembatan dll, kemungkinan kurang paham dengan yg namanya anggaran belanja Negara. Iya gue tau lo kaga rela kalo uang pajaknya dipake buat bantu Rio Haryanto, makanya kagak dipake uang kamu.. pake uang pihak yg setuju aja *kidding
Jadi begini, sedikit gue terangkan. Menpora itu punya anggaran di APBN 2016 sekitar 2.9 triliun, dimana salah satunya utk pengembangan. Kagak ada di dalam 2.9 triliun itu kemenpora harus buat jembatan, sekolah, bikin rumah jompo atau kasih makan orang miskin. Dari uang 2.9 triliun itu ada dana pengembangan atlet muda.. ini yang diperjuangkan negara bisa dialokasikan buat membantu Rio Haryanto. Gue juga lihat soal urgensi pengembangan atlet muda kita tahun ini belom ada yg mendesak spt Rio Haryanto ini, jadi kalo dialokasikan masih Ok lah. Rio Hariyanto kan aset bangsa masih muda pula, jadi kalo pemerintah mau mengembangkan potensi dia memang disiapkan lwt dana di kemenpora ini.
Misalnya neh yah kalopun negara akhirnya batal bantu Rio Hariyanto, emang lo pikir dana pengembangan itu bisa dialihkan buat sekolah, jembatan? kalo dana bantuan ke RH ini ditolak DPR artinya dana ini akan dialokasikan ke pos2 lain utk pengembangan atlet muda .. misal atlet c*li. Jadi "mimpi" kalian utk alihkan dana bantuan RH ke sekolah dan jembatan itu cuma mimpi, salah kamar boss.. ini kemenpora. Dulu dana kemenpora ini pernah habis dimakan setan Hambalang ratusan miliar gedungnya roboh dan dimakan sama orang2 partainya si "Mantan".
Kalian boleh marah besar ke pemerintah jika dana BOS atau dana Menteri PU dialihkan utk bantu Rio Haryanto, jadi paham yah. Kereta cepat lo bandingin sama jembatan, Rio Haryanto lo bandingin sama sekolahan, kalo gitu sekalian aja gaji PNS juga gak usah dibayar utk Jembatan. Gue usul sama jokowi thn 2017 APBN kita hanya utk buat jembatan dan sekolah aja, biar kedepannya gak usah dibanding2i lagi. Semoga kalian paham lagi yah, pls jgn bandingi spt itu lagi, kecuali kalo DPR/pejabat minta mobil mewah, plesiran nah baru bantai.
Jadi bagi kalian yang menolak uang pajaknya dipake bantu RH .. nanti gue bilangin ke Menkeu nya supaya jgn dialokasikan ke menpora. Tapi bagi yang setuju dan dukung Rio Hariyanto, gue akan bilangin juga ke menkeu : pak uang kami taro ke menpora yah. Adil kan? Jadi gak usah berpolemik yang pro dan kontra itu sama2 punya niat baik buat negeri ini.. hanya beda tujuan aja. Damai yah.
Kalo gue personal targetnya buat RH di F1 gak muluk2 kalahin rekor Alex Yoong aja sebagai orang asia tenggara pertama yg dapat poin di F1. Rio Hariyanto Kalo utk 5 besar aja sebuah keajaiban.. apalagi bisa podium sdh jadi superbejo ... kita dukung dengan doa buat yg terbaik utk Rio Hariyanto. Terima kasih buat yang kontra dengan bantuan pemerintah kpd Rio Hariyanto, bakal jadi pemicu buat Rio Hariyanto utk buktikan bully mereka salah.. #RH4F1
Kasih salam gue buat Rio Haryanto dengan hesteg #RH4F1 yah. semoga selalu Bejo dan Hoki brow. The 2016 #F1 line-up is complete! Indonesian driver Rio Haryanto joins @ManorRacing >> http://f1.com/Haryanto

Rabu, 17 Februari 2016

SEBAB KENAPA ORANG GALAU ( Kemal Azka + Taj Alif + Ryanda + Wisnu R.W + ...

Kreasi Anak Bangsa #KreativitasTanpaBatas #BelajarItuMenyenangkan

Cerita Kurawa Tentang LGBT

Mau cerita soal LGBT tapi takut kalian marah sama aku. nanti musuhan deh
Kalo gue bahas LGBT .. bukan cuma teori aja kaya yg pada debat kagak jelas itu.. tapi gue hidup berinteraksi dengan mereka(story of my life) Ok yah.. gue cuma cerita aja.. gak bermaksud ngajarin apalagi menjugde LGBT itu apa.. nanti biar lo pada yg simpulkan masing2 Cerita gue ini diawali dari negeri belanda, negara dimana gue pernah tinggali sekian lama disana...
Gue hidup disana berkomunitas juga dengan WNI yg senasib mengadu peruntungan baik yg legal maupun yg ilegal.. du schaatje ! Namanya komunitas pasti banyak sharing lah tentang apapun..krn gue pernah bilang minoritas menimbulkan kesolidan 😊 makanya bertoleransilah
Ada yg sdh kerja dan hidup bertahun2 tapi hidupnya masih stress dan khawatir kalo tiba2 ada pemeriksaan polisi mereka ditangkap n deportasi "jalan termudah" utk jadi penduduk legal saat itu di belanda adalah dengan cara menikah dengan warga negara belanda.. karena otomatis ikut tapi jangan salah pernikahan yang termudah saat itu bukan pernikahan heteroseksual (wanita dan pria) tapi pernikahan homoseksual aja
jadi kalo nikah "normal" dibelanda itu sangat sulit jika ujungnya mau minta ijin tinggal.. syaratnya banyak.. tapi kalo sejenis sangat mudah karena "kemudahan" inilah akhirnya ada temen2 gue yang cowok nekat jadi pengantin dinikahi oleh "pria" belanda.. utk sebuah ijin tinggal cari pasangan sejenis di belanda tidak susah karena disana ada beberapa cafe2 tempat berkumpulnya komunitas LGBT.. 😀.. macho2 n cakep2 bow memang paling mudah cari pasangan gay utk dinikahi kalo lesbian agak sulit.. dan cewek indonesia jg lumayan jarang yang mau
nah temen gue yang nekat mau dinikahi jadi pasangan hidup homoseksual inilah akhirnya resmi jadi kelompok LGBT, padahal sblmnya normal sih rata2 temen gue ini jadi "perempuan" nya yah .. dulu pernah gue bahas deh sisdur pasangan homoseksual itu gue sebut "normal" (krn byk yang bawel protes) krn mereka hidup punya pacar, bertindak as a man...geto loh.. ngehek komplain mulu neh kita gak bahas kenapa mereka mau ambil resiko itu yah? karena itu hak mereka menentukan nasibnya sendiri.. tapi kalian lihat ada "motif"nya walaupun temen gue ini sdh "nikah" komunikasi tetap berlanjut.. main kerumahnya sekedar ngobrol sama "suaminya" juga biasa.. normal aja si "suami" saat ngobrol2 juga cerita kalo dia dari kecil memang gak suka wanita.. wajahnya ganteng n macho geto.. artinya? simpulkan lg yah jadi di satu rumah itu ada 2 orang pasangan sejenis yang latar belakangnya jauh berbeda..
ini menjawab teori2 pro dan anti LGBT kmrn begitu juga dengan pasangan lesbian yang kebetulan jadi tetangga gue saat itu.. mereka hidup normal (yg membedakan cuma diranjang aja) karena belanda adalah negara pertama didunia yang melegalkan pernikahan sejenis maka LGBT disana sama spt warga biasa aja.. normal life jadi jika lo tanya ke 10 orang LGBT maka kemungkinan besar mereka punya jawaban latar belakang yg berbeda.. makanya tdk ada teori yang benar Ada motif ekonomi, ada cerita buruk (traumatik) ada kekesalan, ada genetika, ada perasaan ini bukan jiwanya, ada yg blg takdir..
hormati.. Semua punya cerita sendiri, anehnya yg ribut di Indonesia ini merasa lebih tau pula bahkan sok2an keluar dalil dan teori2 nya. makanya ada yg ngotot LGBT bisa dipulihkan (benar juga) ada yg bilang gak bisa (benar juga) tp jgn ngotot itu sbg hal yg plg benar. Ada satu kelebihan pasangan sejenis .. mereka kalo sdh berkomitmen itu sdh pasti sehidup semati (posesif), beda sama yg hetero yah. Karena sifat posesifnya inilah maka pasangan sejenis agak mustahil "berjualan" mengkampanyekan cari mangsa lain... <~ ini yg aneh di sini
Mungkin gue "memaklumi" keresahan kelompok anti LGBT utk kasus ini.. cuma cara penyampaian nya aja yg gak tepat .. shg salah paham. Klo diterjemahkan begini : kami tidak menolak keberadaan LGBT (krn faktanya mereka memang ada) tapi tolong jgn dikampanyekan layaknya ormas. Karena bagaimanapun juga tetap ada motif lain yang seharusnya bisa kita hindari dari pelaku LGBT yg bisa membujuk orang jd pengikutnya. Sampai hari ini gue juga belum melihat ada diskriminasi ekstrim negara kepada kelompok LGBT..(yg pasti jgn minta legalisasi pernikahan dulu).
Minoritas menciptakan Kesolidan .. kalo ini dipahami oleh kelompok LGBT harusnya bisa dipahami kalo mereka mau berprestasi pasti bisa. Jika kalian melihat kelompok LGBT dari sisi KELAMIN saja maka teori Anti LGBT dipahami tapi jika melihat dari sisi HATI kita Hargai Kelompok pro LGBT jgn terlalu bersedih dulu yah .. Susi Susanti peraih medali emas olimpiade pertama Indonesia aja saat itu msh 1/2 WNI. Jadi kalo soal diskriminasi masih banyak persoalan bangsa ini yg masih harus dibenahi.. sabar yah negeri ini butuh ratusan tahun utk maju.
Nah sampai sini semoga cukup jelas bagaimana kita harus menyikapi LGBT.. memahami itu memang sulit .. damai yah .. jgn ribut2 lg soal LGBT.

Selasa, 16 Februari 2016

MY TRIP MY ADVENTURE - Trip to Mt. Papandayan (2665mdpl)

Like and Subscribe..
Tugas membuat video #MyTripMyAdventure Kelas IX-7 MTs Negeri 22 Jakarta..

Sukses buat kalian Inka Arya Dwi Putri, Alma Putri Nabiila, Sahla Zulfika, Rahma Wijdanisa, Gusti Faiha Iksantinur, Putri Dewi Lestari, Ressa Amelia, Putri Patricia.. #KreativitasTanpaBatas #BelajarItuBahagia